•  
  • A Place Where You Can Learn Anytime And Anywhare
Sabtu, 03 Desember 2011 - 19:32:10 WIB
Perguruan Tinggi Menghadirkan Ilmu yang Berdayaguna Bagi Masyarakat
Diposting oleh : Hendra Santoso
Kategori: Pendidikan - Dibaca: 103 kali

Berdasarkan sejarah, konsep universitas atau academeia (bahasa latin) diartikan sebagai masyarakat ilmu pengetahuan dan budaya yang melaksanakan pendidikan tinggi dan riset dalam satu kesatuan. Pemaknaan itu terus bergulir, dari pendidikan yang awalnya bertujuan mencari kebenaran ilmiah seperti yang didengungkan Plato dan Aristoteles hingga pendidikan yang bermakna konkret bagi kesejahteraan masyarakat seperti konsep humanisme yang dilontarkan Cicero.  

Perguliran pemaknaan ini akhirnya menempatkan universitas bukan sekedar sebagai wahana transfer keilmuan antara dosen dan mahasiswa, melainkan suatu proses pembelajaran yang mampu berdaya guna bagi masyarakat.

Seiring perkembangan zaman, universitas memiliki tantangan yang intensitasnya akan bertambah secara berkelanjutan. Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Djoko Santoso mengungkapkan, tantangan konkret bagi universitas adalah bagaimana menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta sumber daya manusia yang bermanfaat.

Dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi , yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat, universitas sebagai lembaga akademis harus selalu menyadari keterikatannya dengan konteks sosial masyarakat.

Komitmen pengabdian universitas pada masyarakat tertuang dalam berbagai macam riset dan penelitian. Sejak tahun 2005, ITB bahkan berkomitmen untuk menjadi universitas riset yang berstandar internasional. Djoko Santoso menyatakan, riset dan penelitian ITB berfokus pada lima bidang, yaitu pengembangan energi, teknologi informatika dan komunikasi, lingkungan dan air, bioteknologi, serta seni dan desain.

Salah satu wujud sederhana pengembangan energi alternatif yang dihasilkan ITB adalah teknologi biogas berbahan dasar kotoran sapi. Sekitar 1.000 reaktor biogas pengganti bahan bakar minyak tanah sudah dirasakan masyarakat di daerah, seperti Lembang, dan Pangalengan. "Bahkan, hasil ini pun dirasakan masyarakat di provinsi lain, antara lain Sumatra, Lampung, dan Gorontalo," ungkap Direktur Inkubator dan Industri Bisnis ITB Suhono Harso Supangkat.  

Tak tanggung-tanggung, melihat potensi energi panas bumi di Jawa Barat sebesar 6.101 megawatt yang belum tergarap, ITB pun membuka Program Studi Magister Teknik Panas Bumi tahun 2008 ini. Dengan program ini, diharapkan kebutuhan sumber daya manusia yang ahli, profesional, dan handal dalam pengelolaan panas bumi dapat ditangani sendiri tanpa harus tergantung dengan ahli-ahli luar negeri.

Seiring derap kreativitas Kota Bandung, ITB juga merangkul para mahasiswa, dosen, dan masyarakat untuk mengembangkan industri kreatif, melalui pembelajaran kreatif, industri komik, dan desain interior. Masing-masing industri kreatif yang berprospek mendapatkan bantuan pengembangan sebesar Rp 20 juta hingga Rp 40 juta, kata Suhono.

Keprihatinan pada persoalan lingkungan menjadi salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas Katolik Parahyangan . Keprihatinan ini diwujudkan dengan pembuatan biopori untuk menjaga keberlangsungan konservasi air tanah. Dua minggu lalu, kami mengajak masyarakat Kecamatan Cidadap untuk membuat biopori . "Dengan aksi ini, masyarakat diharapkan dapat melakukan sendiri usaha pelestarian air tanah," kata Wakil Rektor Bidang Hubu ngan dan Kerjasama Universitas Parahyangan Anak Agung Banyu Perwira.

Rencana jangka panjang pengembangan usaha kecil menengah atau UKM juga ditempuh Universitas Parahyangan dengan bantuan Bank Dunia melalui pendidikan doktoral khusus UKM bagi staff Universitas Parahyangan. Program ini disiapkan untuk pengembangan UKM yang harus menjadi awal kemandirian ekonomi masyarakat, tambah Agung.

Universitas Sebagai Nabi

Dengan kenetralan dan rasionalitasnya, perguruan sebagai komunitas akademis juga berperan besar dalam penentuan kebijakan pemerintah. Meletusnya reformasi tahun 1998 lalu, tak lepas dari peran besar perguruan tinggi dengan segala kekritisan dan keprihatinan mereka pada situasi bangsa. Karena itu, fungsi universitas sebagai nabi yang selalu berteriak di tengah ketidakberesan situasi sosial terus-menerus dibutuhkan.

Menyikapi kenaikan harga komoditas akhir-akhir ini, Laboratorium Penelitian, Pengabdian Pada Masyarakat Dan Pengkajian Ekonomi (LP3E) Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran Bandung merekomendasikan beberapa masukan terkait kebijakan ekonomi pemerintah saat ini. Ketua LP3E Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran Arief Ramayandi mengungkapkan, pengurangan subsidi BBM secara gradual mutak diperlukan untuk kepentingan efisiensi anggaran negara.

LP3E juga mengusulkan peningkatan pengeluaran untuk pembangunan infrastruktur agar kinerja perekonomian Indonesia semakin efisien. Selain itu, untuk memperbaiki si si perekonomian Indonesia, pemerintah harus menetapkan target-target rasional yang terukur dari pengembangan sektor pertanian, industri, dan sektor ekonomi lainnya.

Persoalan klasik

Dari berbagai macam riset, penelitian, dan rekomendasi yang dilakukan universitas, tantangan terbesar adalah bagaimana mengenali kebutuhan mendasar masyarakat . Perguruan tinggi harus mampu melihat peluang dan harapan masyarakat di tengah persoalan sosial yang ada.

Saat mengaplikasikan ilmu dan teknologi pada masyarakat, kalangan akademisi harus mampu menumbuhkan keyakinan dan kepercayaan masyarakat." Karena itu, perguruan tinggi harus mampu mengenali kebutuhan umum masyarakat," jelas Suhono.

Terlepas dari segala kontribusi universitas yang telah dihasilkan, persoalan biaya ternyata masih menjadi kendala utama dalam keberlangsungan riset, penelitian, dan lokakarya. Inovasi sebagai hasil dari riset dan penelitian adalah bentuk penyesuaian masyarakat pada lingkungan yang baru. Semua orang juga menganggap hal ini penting tetapi seringkali orang malas untuk keluar biaya . "Dana untuk pendidikan di Indonesia hanya 0,01 persen dari pendapatan domestik brutto Indonesia," ujar Djoko.

Terlepas dari permasalahan klasik ini, hakikat universitas yang selalu mengabdi pada pendidikan, penelitian, dan masyarakat tak pernah dapat dipisahkan. Hanya dalam kesatuan itulah, ilmu menjadi suatu nilai yang berdaya guna.

(Sumber: kompas.com)



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



Namecheap.com - Cheap domain name registration, renewal and transfers - Free SSL Certificates - Web Hosting